Wednesday, October 26, 2016

Kenapa Feses Berwarna Hitam? Ini Jawabannya

Kotoran manusia merupakan sisa metabolisme dari sistem pencernaan yang bisa berbentuk padat atau setengah padat. Feses berwarna hitam bisa dianggap sebagai gambaran dari kesehatan seseorang secara umum. Kondisi ini bisa berkenaan dengan cara menjalani diet makanan atau kondisi sistem pencernaan itu sendiri.



Selain memiliki variasi dari sisi warna, feses manusia juga memiliki variasi dalam bentuk ukuran maupun tekstur. Namun secara umum, kotoran manusia pada umumnya memiliki ciri-ciri setengah padat yang dilapisi lendir. Adapun warna feses normal adalah cokelat terang hingga cokelat gelap.

Beberapa Hal yang Bisa Melatarbelakangi Feses Berwarna Hitam

Banyak faktor yang mungkin menyebabkan feses berwarna hitam. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Pendarahan saluran cerna
    Seseorang yang memiliki feses berwarna hitam disarankan untuk tidak menganggap remeh hal tersebut. Sebab mungkin saja yang menyebabkan warna hitam pada kotoran tersebut adalah pendarahan akut di saluran cerna bagian atas atau biasa dikenal dengan upper gastrointestinal bleeding (UGIB).

    Perdarahan gastrointestinal bagian atas ini patut diwaspadai karena selain tingginya tingkat kesakitan, biaya perawatan untuk menanganinya tidak murah. Belum lagi jika mempertimbangkan bahwa kondisi medis ini dapat mengakibatkan kematian. Selain efeknya kepada feses berwarna hitam, kondisi ini juga biasa ditandai dengan memuntahkan darah atau cairan berwarna hitam menyerupai larutan kopi. Pada kondisi yang parah, pendarahan pencernaan bagian atas kemungkinan menjelma menjadi hematochezia atau berak darah.

  • Sirosis yang sudah parah
    Penyebab feses berwarna hitam lainnya bisa akibat penyakit sirosis yang sudah mencapai tahap mengkhawatirkan alias sudah parah. Darah yang tidak bisa mengalir melalui organ hati dengan benar menyebabkan penumpukan darah di pembuluh yang membawa darah dari usus ke hati. Jika terjadi secara terus-menerus, penumpukan yang akan memicu meningkatnya tekanan darah ini dapat menyebabkan pendarahan internal. Tanda-tanda kepada pendarahan internal ini bisa terlihat dari kondisi muntahan atau kotoran penderitanya.

    Pada dasarnya, organ hati berfungsi menyaring racun, mengatur gula darah, dan mengendalikan tingkat kolesterol di dalam darah. Seiring waktu, racun yang seharusnya dibuang justru berkumpul akibat terhambatnya aliran darah. Pada akhirnya racun akan merusak organ atau disebut gagal organ. Ketika gagal organ sudah terjadi, maka risiko kematian mengintai penderita sirosis.

  • Mengonsumsi obat tertentuKondisi feses berwarna hitam belum tentu mengindikasikan hal-hal yang mengkhawatirkan sebagaimana kondisi penderita penyakit sirosis karena masih ada penyebab lainnya, yaitu ketika seseorang mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi. Kotoran yang berwarna hitam juga dianggap umum bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan yang mengandung bismut subsalisilat.

  • Diet makanan tertentuJika penyebab feses berwarna hitam di atas berkaitan dengan kondisi medis atau konsumsi obat, maka penyebab yang satu ini terkait dengan makanan yang dikonsumsi seseorang. Mereka yang mengonsumsi buah bit dan blueberry mungkin akan mendapati kotoran mereka berwarna hitam.

Jika seseorang tidak mengonsumsi makanan dan obat-obatan terkait seperti di atas, namun mengeluarkan feses berwarna hitam, maka kemungkinan besar terdapat gangguan kesehatan. Untuk mengetahui dengan jelas apa penyebab serta bagaimana menanganinya dengan tepat, sebaiknya segera hubungi dokter.

Mitos Telapak Tangan Berkeringat

Telapak tangan berkeringat bisa membuat seseorang menjadi malu atau minder. Untungnya, kondisi ini bisa diobati dengan mudah.




Telapak tangan Anda sering berkeringat? Bisa jadi itu pertanda Anda menderita primary focal hyperhidrosis. Primary focal hyperhidrosis merupakan kondisi di mana tubuh mengeluarkan keringat berlebih hanya di satu tempat tertentu. Misalnya di pangkal paha, kulit kepala, wajah, ketiak, telapak kaki, atau telapak tangan. Dan yang berkeringat bukan hanya salah satu telapak tangan, telapak kaki, atau ketiak, melainkan kedua-duanya.

Apa penyebabnya?

Ada yang bilang jika telapak tangan berkeringat itu pertanda jika kita kemungkinan menderita penyakit jantung. Namun kenyataannya, itu hanyalah mitos. Telapak tangan berkeringat tidak terkait dengan kondisi lain, tidak menyebabkan penyakit, dan bukan pertanda suatu penyakit atau interaksi obat. Pada dasarnya, orang yang telapak tangannya sering berkeringat itu sehat-sehat saja, hanya keringatnya saja yang berlebihan.

Lalu, kenapa telapak tangan bisa sering berkeringat? Untuk pertanyaan yang satu ini, para ahli pun tidak mengetahui dengan pasti penyebabnya. Mereka berasumsi jika biang keroknya adalah adanya gangguan kecil pada fungsi sistem saraf. Saraf akan mengaktifkan kelenjar keringat bila kita merasa terlalu bersemangat, emosional, gugup, grogi, cemas, banyak bergerak, kepanasan, mengonsumsi makanan pedas, atau karena hormon. Ketika saraf bereaksi berlebihan, kita pun bisa banjir keringat, termasuk di telapak tangan.

Dalam beberapa kasus, telapak tangan berkeringat bisa jadi merupakan kondisi turun-temurun dalam keluarga. Oleh sebab itu, faktor genetik pun kemungkinan memegang peranan. Yang jelas, telapak tangan berkeringat bisa terjadi pada siapa saja, baik pria atau wanita. Kondisi ini biasanya berkembang pertama kali sebelum kita menginjak usia 25 tahun. Bahkan, banyak orang yang mengaku mengalami keringat berlebih ketika masih anak-anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan telapak tangan berkeringat terjadi setelah kita berusia 25 tahun lebih.

Bagaimana mengatasinya?

Telapak tangan berkeringat bisa dikurangi dan diatasi dengan tips-tips berikut:
  • Hindari pemicu yang bisa membuat telapak tangan berkeringat lebih banyak, contohnya makanan pedas atau kepanasan.
  • Mengoleskan salep yang mengandung 20% aluminum chloride hexahydrate guna mencegah pori-pori keringat terbuka. Sayangnya, salep ini bisa menyebabkan atrofi (penyusutan) sel-sel pembuat keringat, dan bagi yang alergi dengan komponen obat ini tidak dapat memakainya. Selain itu, jangan pula menggunakan salep ini pada tangan yang iritasi atau terluka. Dianjurkan minta saran dokter terlebih dahulu sebelum membeli salep ini dan baca instruksi pemakaian dengan teliti sebelum mengoleskannya ke telapak tangan.
  • Menggunakan iontophoresis, yaitu pengobatan yang menggunakan stimulasi listrik. Dalam pengobatan untuk telapak tangan berkeringat ini, tangan dimasukkan ke dalam wadah kecil berisi air. Kemudian, arus listrik berdaya kecil akan dialirkan melalui air dari mesin khusus. Meski tidak berbahaya, iontophoresis dapat membuat kita merasa kesemutan atau tidak Sebelum memilih cara ini, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Jangan pula menggunakan iontophoresis jika sedang hamil, sedang menggunakan alat pacu jantung, atau terdapat implan logam dalam tubuh.
  • Jika tiga tips di atas tidak berhasil juga, cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi telapak tangan berkeringat adalah dengan operasi. Operasi dilakukan antara lain untuk mengangkat kelenjar keringat di ketiak, memotong beberapa saraf yang berjalan di sisi samping tulang belakang, yang mengatur kelenjar keringat di tangan. Namun, operasi tersebut berisiko tinggi dan sangat jarang dilakukan.

Jika telapak tangan berkeringat membuat Anda menjadi malu, cemas, atau resah, jangan ragu untuk pergi ke dokter. Begitu pula jika keringat berlebih terjadi di seluruh tubuh, keringat bertambah banyak, keringat hanya terjadi di salah satu bagian tubuh, keringat dingin atau kasur menjadi basah ketika bangun tidur, atau disertai insomsia, kelelahan, haus, sering buang air kecil, dan/atau batuk.

(sumber: alodokter.com)

Ini Alasan Tangan Gemetar Jangan Dianggap Remeh

Tiap orang pada usia berapa pun dapat mengalami tangan gemetar, tergantung kepada aktivitas yang sedang dijalani. Mungkin bukan apa-apa, tetapi tidak ada salahnya untuk mengantisipasinya, terutama jika kondisi ini sering terjadi, terlepas dari apa pun kegiatannya.


Orang lanjut usia kerap mengalami tangan gemetar, terutama saat sedang menuang minuman ataupun saat sedang meraih obyek tertentu. Gejala ini memang bisa jadi merupakan tanda penuaan alami yang terjadi secara normal, namun di sisi lain, tangan gemetar berisiko menjadi gejala awal kepada kemungkinan penyakit yang lebih berbahaya.

Pada kasus yang parah, tangan gemetar dapat menjadi pertanda kepada penyakit degeneratif ataupun gangguan saraf. Seorang penderita penyakit degeneratif akan mengalami penurunan fungsi organ terkait. Pada kasus yang berat, penderita akan mengalami kelumpuhan.

Tangan gemetar umumnya disebabkan oleh adanya gangguan pada otak yang mengontrol pergerakan tubuh. Gerakan yang tidak disadari dan tidak diinginkan ini dapat bersifat parah atau ringan, kronis ataupun temporer, tergantung kepada penyebab yang mendasarinya.

Bahaya di Balik Tangan Gemetar

Cermati beberapa kondisi ringan hingga berat di bawah ini yang dapat diawali tangan gemetar.
  • Tremor esensial: gangguan saraf diperkirakan akibat gangguan pada fungsi otak cerebellum. Kondisi yang paling umum dialami orang dewasa ini belum diketahui penyebab dan pengobatannya. Pengidap tremor esensial ini akan mengalami tangan gemetar atau bagian tubuh lain gemetar saat otot pada organ terkait sedang digunakan.
  • Parkinson: penyakit kronis yang berdampak kepada kemampuan koordinasi otak dan anggota tubuh. Pengidap Parkinson mengalami tremor saat otot diistirahatkan.
  • Kejang.
  • Penyakit Huntington.
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Peningkatan kadar adrenalin saat cemas ataupun marah.
  • Kelebihan konsumsi kafein.
  • Kecanduan atau penyalahgunaan minuman keras.
  • Efek samping konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Kadar gula darah rendah.
  • Multiple sclerosis: gangguan pada sistem saraf, yaitu otak dan tulang belakang, yang berdampak kepada gerakan tubuh.
  • Stroke.
  • Distonia: gangguan yang memicu kejang otot yang tidak disadari.
  • Peripheral neuropathy: kerusakan pada sistem saraf peripheral.
  • Tumor otak.
  • Otot lelah.
  • Penuaan alami.
Tangan gemetar pada penyakit Parkinson memiliki sifat yang khas yang dapat dibedakan dengan tremor esensial. Tetapi kondisi dari gejala kedua penyakit ini dapat memburuk seiring waktu jika tidak segera ditangani. Selain tangan, pengidap tremor esensial dapat mengalami tremor pada anggota tubuh lain, seperti pada kelopak mata, bibir, kepala, lengan, hingga pita suara. Tremor esensial ini dapat bersifat genetik.

Hentikan Kebiasaan yang Bisa Memperparah Tangan Gemetar

Gejala tangan gemetar dapat memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat memburuk jika seseorang terbiasa merokok, mengonsumsi kafein, kelelahan akibat kurang tidur ataupun menjalani aktivitas secara berlebihan, kedinginan atau kepanasan, serta mengonsumsi obat tertentu seperti obat asma atau antidepresan.
Periksakan ke dokter jika tangan gemetar tiba-tiba dalam waktu singkat atau jika diiringi gejala lain. Dokter mungkin akan menerapkan CT scan, tes urine, MRI, EMG, tes darah, tes glukosa, tes fungsi tiroid untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan yang melatarbelakangi tangan gemetar.

Penanganan tangan gemetar akan difokuskan kepada kondisi-kondisi yang melatarbelakanginya. Jika tangan gemetar sudah dianggap sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat meresepkan obat-obatan propranolol. Pada kasus yang sangat jarang, tremor parah yang tidak dapat ditangani dengan obat perlu ditangani dengan pembedahan.

Mengganti beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu meredakan tangan gemetar. Misalnya dengan mengganti gelas kaca dengan cangkir dengan pegangan untuk minum atau mengganti perabot memasak yang tidak menyulitkan saat tangan gemetar.

(sumber: alodokter.com)

Tuesday, October 25, 2016

Ini Yang Diperlukan Bayi Saat Sedang Tumbuh Gigi

Sejak janin masih berada di dalam kandungan, giginya sudah berproses untuk berkembang, diawali dengan tunas gigi. Tetapi gigi ini baru benar-benar tumbuh biasanya ketika bayi telah lahir dan berusia 4-7 bulan. Ada bayi yang giginya tumbuh lebih cepat, mungkin dimulai di usia tiga bulan. Sementara bayi yang giginya tumbuh lebih lama mungkin harus menunggu sampai dia berusia setahun atau lebih.






Umumnya, gigi tumbuh secara berurutan diawali dengan dua gigi tengah pada rahang bawah, lalu dua gigi tengah pada rahang atas, lalu satu per satu gigi tumbuh di bagian sisi dan belakang mulut. Gigi yang terakhir muncul adalah gigi geraham kedua yang terletak di bagian belakang mulut pada rahang atas dan bawah. Gigi geraham ini biasanya mulai tumbuh saat anak berusia tiga tahun. Setelah itu, anak memiliki satu rangkaian gigi lengkap yang terdiri dari 20 gigi bayi.

Ketika tumbuh gigi, kebanyakan bayi merasakan ketidaknyamanan yang ditunjukkan lewat tanda-tanda berikut:
- Suka menggigit.
- Mudah marah atau rewel.
- Bayi susah makan dan susah tidur.
- Gusi bengkak dan sensitif.
- Mengeluarkan banyak liur yang kemudian bisa memicu ruam wajah.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan itu, orang tua dapat melakukan beberapa langkah penanganan berikut.

1. Pijat gusi bayi

Memijat gusi bayi yang sakit merupakan cara kuno yang bisa membantu meringankan rasa sakit gigi. Sebelumnya, Ayah atau Bunda perlu mencuci tangan hingga bersih. Pijat gusi bayi dengan perlahan dan sedikit kuat. Tekanan dari jari Ayah atau Bunda bisa menyeimbangkan tekanan dari bawah gusi bayi tempat gigi berada.

2. Berikan mainan gigitan

Karena bayi sedang giat-giatnya menggigit apa pun, berikan dia mainan gigitan yang aman untuk dimasukkan ke mulutnya. Disarankan memilih mainan yang terbuat dari 100 persen karet alami, lateks, silikon, atau kayu. Pastikan juga cat mainan aman untuk masuk ke mulutnya, biasanya dikatakan sebagai food paint atau food grade. Mainan gigitan yang berisi cairan juga bisa menjadi pilihan, tapi orangtua perlu waspada terhadap kebocoran cairan. Apa pun jenis bahan mainan yang dipilih, pastikan bayi tidak tersedak atau menggerogoti mainan dan menelan serpihannya.

3. Berikan yang dingin-dingin enak!

Es bekerja meredakan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan, seperti ketika kita mengompres pergelangan kaki yang terkilir. Kompres dingin pada gusi juga bekerja dengan cara demikian. Dinginkan kain basah di dalam lemari es, lalu berikan pada bayi untuk dikunyah, bisa juga kain tersebut ditetesi Air Susu Ibu (ASI).

Kompres dingin tidak terbatas dengan menggunakan kain saja. Agar lebih menyenangkan untuk si kecil, berikan dia sesuatu yang dingin dan enak untuk dikunyah. Dinginkan makanan seperti yoghurt, finger food seperti wortel atau pisang bila bayimu sudah bisa mengonsumsi makanan padat atau berikan air dingin dari gelas secara perlahan-lahan jika bayi sudah berusia 6 bulan. Selain makanan, mainan gigitan bayi juga bisa didinginkan dahulu di lemari es. Tapi tolong dibedakan, Bunda, bahwa yang dimaksud dingin bukan berarti beku karena makanan beku justru dapat menyakiti gusi bayi.

4. Tetap susui bayi

Ketika tumbuh gigi, tiap bayi bisa memiliki selera yang berbeda-beda dalam hal menyusu. Ada yang ingin menyusu lebih sering. Dan ada juga yang mogok menyusu karena ketika mengisap puting, rasa sakit giginya memburuk. Dan banyak juga bayi yang menjadikan puting Bundanya untuk mainan gigitan. Yang terpenting adalah tetap berikan mereka ASI, Bunda, karena tumbuh gigi bukan berarti berakhirnya ASI. Bila bayimu adalah tipe yang suka menggigit-gigit puting, coba pijat dahulu gusinya sebelum memulai dan mengakhiri sesi menyusui.

5. Berikan obat pereda nyeri

Jadikan langkah ini jalan terakhir dan sudah dikonsultasikan kepada dokter anak sebelumnya. Tanpa rekomendasi dokter, hindari penggunaan obat penghilang nyeri pada gigi, seperti gel dan krim, terutama untuk anak berusia kurang dari 2 tahun. Para dokter memperingatkan bahwa obat anti nyeri untuk gigi, seperti gel dan krim yang mengandung benzocaine, dapat menyebabkan kondisi mematikan, yaitu methemoglobinemia atau kondisi penurunan jumlah oksigen dalam darah secara drastis.

Sementara itu, bila memang diperlukan, dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti acetaminophen untuk bayi berusia kurang dari 3 bulan dan ibuprofen untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Pastikan memberikannya sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Namun, ingat bahwa obat dapat mengiritasi lambung. Ini bisa menjadi masalah tambahan bila sebelumnya bayimu susah makan seperti yang umum terjadi pada bayi yang sedang tumbuh gigi.

Orang tua perlu mengingat bahwa tumbuh gigi tidak menyebabkan demam, diare, atau muntah. Oleh karena itu, bila bayimu mengalami gejala tersebut atau gejala mengkhawatirkan lainnya, periksakan ke dokter anak.


Manfaat Terapi Musik Untuk Kesehatan Anda

Musik tidak hanya dapat memengaruhi mood seseorang, tapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan fisik seseorang. Melakukan terapi musik dapat meningkatkan kesehatan seseorang dalam beberapa hal seperti perkembangan emosional, fungsi kognitif, dan keterampilan motorik.



Tidak berbatas itu saja, terapi musik juga dapat memberikan manfaat tersendiri pada beberapa kondisi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat terapi musik yang perlu Anda ketahui.

Terapi Musik Untuk Bayi Prematur

Bayi yang terlahir prematur dapat mengalami beragam masalah kesehatan. Hal ini terjadi karena bayi keluar dari rahim sebelum waktu perkembangan yang seharusnya. Di mana seharusnya bayi lahir di usia kehamilan 37 sampai 40 minggu, tapi justru terlahir sebelum memasuki usia tersebut.
Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang selama berada di NICU (neonatal intensive care unit) diberikan terapi musik, baik dari nyanyian kedua orang tua atau alunan musik, laju pernapasannya dapat menjadi lebih stabil. Terapi musik juga dapat membantu bayi untuk dapat tidur dengan mudah, serta menstabilkan denyut jantungnya.

Musik yang dapat digunakan untuk terapi musik ini antara lain suara laut karena dapat mengemulasi suara mendesing dalam rahim, kotak gato (sejenis drum kecil dengan suara lembut yang terbuat dari kayu) karena dapat mensimulasi suara detak jantung, dan lagu yang dinyanyikan oleh ibu. Terapi musik yang berasal dari nyanyian ibu ini selain dapat membantu perkembangannya, juga dapat membantu bayi prematur lebih mengenali suara ibunya. Karena, bayi prematur tidak sama dengan bayi terlahir normal yang dapat lebih mengenali suara ibunya saat lahir. Bahkan, kadar stres seorang ibu yang bernyanyi untuk bayinya juga dapat berkurang.

Terapi Musik Untuk Mengatasi Insomnia

Manfaat terapi musik yang selanjutnya adalah mengusir insomnia. Tidur tidak hanya sekadar memberikan istirahat pada tubuh. Pasalnya, kurang tidur dapat memengaruhi mood, berat badan, dan bahkan kesehatan tubuh. Seseorang yang mengalami kurang tidur dapat meningkatkan risiko mengalami gula darah tinggi, obesitas, serangan jantung, dan penyakit jantung lainnya.  Jika Anda mengalami insomnia, Anda dapat mengatasinya dengan melakukan terapi musik. Cara ini cenderung tidak berisiko jika dibandingkan dengan konsumsi obat tidur. Terapi musik dapat membantu Anda untuk dapat tertidur lebih cepat, tidur lebih lama, dan lebih berkualitas.

Terapi Musik Untuk Demensia

Demensia adalah satu kondisi yang dapat memengaruhi proses kerja otak seseorang. Bagian otak yang rusak dapat memengaruhi kondisi dari penderita. Penderita demensia dapat mengalami berkurangnya kemampuan kognitif seperti belajar, berpikir, memahami sesuatu, gangguan ingatan, atau gangguan komunikasi verbal. Penggunaan terapi musik dipercaya dapat meningkatkan kemampuan penderita demensia untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan mengurangi gejala yang muncul.
Selain untuk demensia, terapi musik juga dapat memberikan manfaat bagi penderita penyakit Parkinson. Pasalnya, pada saat mendengarkan musik terapi, otak akan melepaskan hormon dopamine yang dibutuhkan oleh penderita penyakit Parkinson.

Sekalipun musik mungkin dapat menenangkan dan dipercaya dapat membantu beberapa kondisi kesehatan, bukan berarti terapi musik dapat digunakan sebagai satu-satunya pengobatan. Jadi, pastikan selalu mengonsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

7 Kebiasaan Sehat Agar Anak Terhindar Dari Kuman Penyakit

Anak-anak lebih berisiko terjangkit penyakit infeksi oleh karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum sempurna. Kenyataannya, saat ini sebagian kuman-kuman yang ada di lingkungan sekitar kita berubah menjadi semakin kuat (resisten) dan sulit diobati. Namun, orang tua tidak perlu terlalu khawatir untuk membiarkan anak bermain di luar. Karena ada banyak cara pencegahan yang dapat dilakukan sebagai perlindungan ekstra untuk anak. Upaya ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti mencuci tangan dan mandi secara rutin menggunakan sabun.




Kuman penyakit berukuran sangat kecil, hingga tidak dapat terlihat oleh mata manusia tanpa alat bantuan. Hal tersebut membuat kuman bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tanpa disadari. Ada empat macam kuman yang umum ditemui yaitu virus, bakteri, jamur dan protozoa.

Berikut beberapa kebiasaan sehat yang praktis dan mudah dilakukan, agar anak terhindar dari kuman penyakit yang merugikan:

1. Membiasakan cuci tangan dan mandi secara rutin

Permukaan tubuh anak tidak lepas dari adanya bakteri, misalnya Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak, seperti infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan. Ada salah satu tipe bakteri yang berbahaya, yaitu MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus). Jenis yang satu ini kebal dengan antibiotik yang biasa dipakai, sehingga lebih sulit diobati karena membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat. MRSA dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pneumonia (radang paru) dan infeksi tulang.Bakteri Staphylococcus, termasuk MRSA, dapat dengan mudah berpindah melalui tangan anak-anak yang kotor.

Menjaga kulit mereka agar tetap bersih adalah langkah penting untuk menghindar dari terkena penyakit ataupun penyebaran bakteri. Langkah mencuci tangan bisa dibilang paling sederhana dan efektif dalam menghindari kuman penyakit. Sebab, tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak terpapar kuman dan menyebarkan kuman ke bagian tubuh lain, seperti mulut dan mata. Jika anak-anak dapat menjaga tangannya tetap bersih, maka akan menekan risiko terkena penyakit. Cucilah tangan Si Kecil menggunakan air dan sabun. Selain itu, jaga kebersihan kulit mereka dengan mandi secara rutin menggunakan sabun.

2. Menghindari makanan yang sudah jatuh

Ada anggapan umum mengenai keamanan makanan yang baru jatuh, tidak apa-apa untuk dikonsumsi. Ada yang menyebut 5 detik bahkan 5 menit. Sebuah penelitian yang dilakukan menekankan, 99% bakteri akan langsung menempel pada makanan jatuh tersebut seketika. Jadi, jika ada bakteri salmonela atau kuman lain yang berbahaya di lantai tersebut, langsung akan menempel pada makanan. Meski aturan tersebut bisa sedikit agak longgar pada saat makanan jatuh di lantai rumah yang sudah yakin kebersihannya.

3. Memenuhi jadwal vaksinasi

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya. Memenuhi jadwal vaksinasi dengan tepat waktu merupakan hal penting yang perlu diperhatikan.Selain vaksinasi wajib, ada pula vaksinasi khusus seperti vaksinasi flu, yang dapat dilakukan setiap tahun untuk melindungi tubuh dari virus. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi tersebut untuk anak dan keluarga.

4. Menggunakan antibiotik dengan bijak

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh yang bertugas melawan bakteri yang merugikan. Selain itu, sistem pencernaan memerlukan bakteri baik untuk dapat melakukan tugasnya. Apalagi, sebagian besar penyakit yang diderita anak-anak umumnya disebabkan oleh virus yang tidak dapat diatasi oleh antibiotik. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat juga dapat meningkatkan resistensi antibiotik.

5. Membersihkan seluruh bagian rumah secara teratur

Karpet merupakan salah satu perabot rumah yang harus dibersihkan secara teratur, agar debu atau bulu hewan peliharaan tidak ikut terisap. Buka pintu dan jendela agar ada perubahan udara pada ruangan yang menggunakan karpet. Demikian juga tempat tidur yang seringkali menyimpan beragam kuman, yang dapat memicu gejala alergi. Bersihkan tempat tidur dan ganti sprei minimal satu minggu sekali. Selain itu, waspadai pula sarang kuman di sekitar kamar mandi, mulai dari pegangan pintu yang tidak pernah dibersihkan, handuk yang lembap, tisu bekas pakai yang tidak dibuang di tempat sampah, dan lain-lain.

6. Menjaga kesehatan hewan peliharaan

Penting untuk menjaga kebersihan pada hewan peliharaan, terutama yang berisiko tinggi membawa bakteri berbahaya. Misalnya, kura-kura dan ular yang dapat membawa bakteri salmonella. Meskipun kucing dan anjing memiliki risiko lebih rendah, namun periksakan binatang peliharaan Anda secara teratur ke dokter hewan. Jika Anda khawatir mengenai efek negatif hewan peliharaan terhadap anak, konsultasikan dengan dokter anak.

7. Meminimalisir kontak dengan orang sakit

Saat anak atau anggota keluarga sakit, minta mereka untuk sebanyak mungkin berada di dalam rumah. Juga gunakan masker untuk mencegah virus menyebar saat bersin, batuk atau bicara. Untuk anak atau anggota keluarga lain yang sehat, dianjurkan tetap membatasi kontak langsung dengan penderita untuk mencegah kuman penyakit masuk ke dalam tubuh.

Agar kesehatan anak dan keluarga optimal, lakukan kebiasaan tersebut bersama dengan pola hidup sehat. Konsultasikan dengan dokter, jika anak memiliki kondisi khusus yang lebih rentan terhadap kuman untuk tindakan pencegahan yang sesuai.

(sumber: alodokter.com)

Fakta Tentang Efek Menelan Sperma

Tidak sedikit yang mempertanyakan efek menelan sperma. Mulai dari pertanyaan mengenai kemungkinan menyebabkan kehamilan hingga penularan penyakit menular seksual.



Sperma merupakan bagian dari air mani yang dihasilkan oleh organ reproduksi pria saat pria mengalami ejakulasi.

Risiko Penyakit Menular Seksual
Sebenarnya tidak ada efek menelan sperma saat seks oral. Demikian juga, menelan sperma tidak akan menyebabkan kehamilan. Hanya saja ada kemungkinan penularan infeksi menular seksual atau penyakit menular seksual (PMS). Risiko penularan lebih tinggi saat seks oral dilakukan pada saat mulut terdapat luka terbuka, radang gusi, atau gusi berdarah.
Selain saat seks oral, seks anal atau seks yang dilakukan tanpa alat kontrasepsi juga dapat menularkan penyakit menular seksual.

Beberapa jenis PMS yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, antara lain klamidia, gonore, sifilis, herpes genital, kutil kelamin, kutu pada rambut kemaluan, trikomoniasis, hingga HIV.

Berbagai efek penyakit menular seksual mulai dari rasa gatal, nyeri atau keluar nanah yang berbau dari kelamin, hingga yang lebih berbahaya seperti masalah kesuburan serta gangguan daya tahan tubuh.

Untuk menghindari penyebaran PMS sebagai efek menelan sperma saat seks oral, maka diperlukan penggunaan kondom pada penis. Selain itu, agar seks oral aman pada wanita, maka wanita dapat menggunakan kondom wanita, yaitu plastik atau karet tipis yang lembut (dam) untuk melapisi alat genitalnya.

Wanita Hamil
Sebagaimana pada umumnya, efek menelan sperma pada saat seks oral tidak bermasalah bagi wanita hamil. Hanya saja, harus dipastikan bahwa pasangan Anda bebas dari penyakit menular seksual.
Jika Anda belum bisa memastikan apakah pasangan bebas penyakit menular seksual atau tidak, maka disarankan menghindari seks oral agar tidak terkena efek menelan sperma. Meski tergolong jarang, namun hal ini bisa berisiko bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

Pada sebagian kasus penyakit menular seksual, janin juga dapat terinfeksi melalui plasenta. Selain itu, penularan juga dapat ditularkan oleh ibu yang mengidap penyakit menular seksual kepada bayi saat dilahirkan.

Namun, jika pasangan mengidap HIV maka disarankan menghindari hal tersebut. Sebab, janin dalam kandungan dapat tertular sebagai efek menelan sperma saat seks oral.

Selain itu, oral seks dianjurkan untuk dihindari atau setidaknya menggunakan kondom pada pasangan wanita hamil yang diketahui terinfeksi virus zika atau baru pulang bepergian dari area penyebaran virus zika. Meski infeksi akibat virus zika tidak terlalu mengkhawatirkan bagi wanita hamil, namun efek bagi janin sangat berbahaya. Mulai dari kelainan otak bawaan, serta kelainan penglihatan dan pendengaran yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.

Agar terhindari dari penyakit menular seksual akibat efek menelan sperma, pastikan menggunakan kondom atau alat pengaman lain saat melakukan seks oral. Jika timbul gejala-gejala penyakit menular seksual, segera konsultasikan ke dokter untuk mengatasi sekaligus mencegah gangguan kesehatan jangka panjang.